tugas individu rangkaian listrik "analisis rangkaian AC"
ANALISIS RANGKAIAN AC
Rangkaian Listrik Arus Bolak Balik
Arus bolak
balik adalah arus yang amplitude dan polaritasnya berubah terhadap waktu. Perubahan
perubah tersebut biasa terjadi secara teratur maupun secara tidak teratur. Betuk
gelombang dari listrik arus bolak balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida,
karena ini yang memmungkinkan pengaliran energi yang paing efesien. Namun dalam
aplikasi – aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat
dgunakan, misalnya bnetuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang
segi empat (square wave).
Frekuensi dan Periode
Kebanyakan
arus bolak balik yang dipakai adalah arus yang berubah terhadap waktu secara
periodik. Arus bolak balik mempunyai tiga karakteristik, yaitu:
1.
Amplitudo
2.
Frekuensi
3.
Fasa
Arus bolak
balik yang berubah secara periodik, amplitudonya berubah secara teratur dari
nol naik ke harga maksimum lalu menurun sampai harga minimum kemudian naik lagi
ke harga maksimum begitu setrusnya secara berulang ulang dengan selang waktu
yang sama.
Frekuensi adalah
jumlah cycle (gelombang) dalam 1 detik.
Frekuensi mempunyai satuan Hz dan diberi notasi f. Frekuensi yang digunakan ada
sistem tenaga listrik (standar) adalah 50 Hz (seperti PLN) dan 60 Hz (seperti
di Amerika dan Jepang). Jadi :
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk 1”cycle
(gelombang)” putaran penuh, dan diberi notasi T. Satuan dari periode adalah
detik. Jadi:
Amplitudo dapat didefinisikan sebagai jarak atau
simpanagn terjauh dari titik kesetimbangan dalam gelombang sinusoidal.
Hukum Kirchoff Pada Sistem Arus Bolak Balik
Hukum kirchoff tetap berlaku juga pada sistem arus
bolak balik, yang perlu diperhatikan adalah penjumlahan dari komponen komponen
arus atau tegangan harus memperhatikan sudut fasa dari masing – masing komponen
tersebut (tidak bisa dijumlahkan secara langsung).
Besaran – besaran yang dapat dihitug pada rangkaian
R-L-C adalah sebagai berikut:
a.
Sudut Fase Tegangan dan Arus
pada
sistem arus searah (DC) tidak dikenal adanya perbedaan sudut fase anatara arus
dan tegangan. Tetapi pada sistem arus bolak balik (AC), arus dan tegangan memiliki sudut fase
(terhadap suatu referensi) serta perbedaan fase/sudut fase =
dan menjadi referensi sudut fase. Namun demikian,
dalam diagram vektor ataupun perhitungan adakalanya perlu disebutkan fasor mana
yang menjadi titik referensi. Bila sudut tegangan sumber dijadikan rerfernsi,
maka sudut fase arusnya tergantung dari jenis beban yang dicatu.
Dalam suatu rangkaian beban yang terdiri dari
komponen R, L, dan C, sudut fase ditentukan oleh reaktansi yang lebih dominan. Bila
reaktansi kapasitif lebih dominan, maka fase arus akan mendahului tegangannya
a9beda sudut fase positif).
Pada kondisi ini dikatakan bahwa memounyai faktor
kerja leading. Selanjunya apabila reaktansi induktifnya yang lebih dominan,
maka arus bebabn akan tertinggal/terbelakangterhadap tegangan sumbernya, dan
beda sudut fase adalaha negatif. Faktor kerja beban induktif adalah lagging.
Macam Beban Rangkaian Listrik
a. Beban
Resistif Murni (R)
Beban resistif yaitu beban yang terdiri dari komponen tahanan ohm saja
(resistansi). Beban jenis ini hanya menkonsumsi beban aktif saja dan mempunyai
faktor daya sama dengan satu. Beban resistif murni membuat fase arus sama
dengan fase tegangannya atau tegangan dan arus sefasa.
b. Beban
Induktif (L)
Beban induktif yaitu beban yang tediri dari kumparankawat yang
dililitkan pada suatu inti, seperti coil transformatir dan solenioda. Beban ini
mengakibatkan fasa (phase shif) pada arus sehingga bersifat lagging. Hal ini
disebabkan oleh energi yang tersimpang berupa medan magnetis akar mengakibatkan
fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan.
c. Beban
Kapasitif (C)
Beban kapasitif yaitu beban yang memiliki kemampuan kaapasistansi atau
kemampuan untuk menyimpan energi yang berasal dari pengisian elektrik
(electrical discharge) pada suatu sirkuit komponen ini dapat menyebabkan arus
leading terhadap tegangan.
Komentar
Posting Komentar