RESUME MATA KULIAH PLJ B PERTEMUAN KE TIGA BELAS (6 DES 2018)
Hilangnya file-file yang penting sangat mempengaruhi jalannya suatu
kegiatan yang bergantung terhadap file tersebut. Dengan backup,
ketakutan akan kehilangan file tersebut sedikit berkurang. Ada beberapa
hal yang bisa membuat file hilang.
a. Kegagalan Hardware
b. Salah Hapus
c. Pencurian
d. Virus
Apabila terjadi kegagalan hardware, seperti disk yang rusak, jatuh,
terkena air. Ini sudah pasti sangat susah untuk dikembalikan. Sebab
lainya adalah salah hapus, meskipun salah hapus, beberapa aplikasi ada
yg dikhususkan untuk mengembalikan file yang terhapus. Pencurian, secara
fisik, akan mengakibatkan hardware dan software ikut hilang. Virus juga
bisa merusak file, menghancurkan file tersebut sampai titik di mana file
tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
Oleh karena itu, melakukan backup sangatlah penting, dan usahakan
tempat penyimpanan backup tersimpan aman. Server cloud atau hardisk
eksternal merupakan solusi yang cukup baik.
Ada beberapa cara untuk melakukan backup dan restore di linux , tapi
kali ini saya cuma menjelaskan 2 cara.
*Cara Backup menggunakan Tar*
tar adalah layaknya rar. sebuah format arsip file yg di compress. tapi
tar ini dipakai di Linux/Unix. cukup rumit, tapi mudah jika dipelajari.
biasa nya tar.gz dipakai oleh aplikasi – aplikasi yg di install dari
source code. contoh : apache2.tar.gz. berarti kita menginstall apache
dari source code. tar juga bisa di pakai untuk back up data. nah disini
kita mempelajari dan sampai menguasai tar command di Linux.
syntax
# tar [opsi] [nama file tarball] [folder/file yang akan dikompress]
*Membuat backup*
-masuk dulu di akun super user
-tar cvf nama file backup nama file yang dibackup
Pilihan Deskripsi
*c* membuat arsip sebuah (menulis ke tape)
*t* tampilan file pada arsip (lihat saja)
*x* ekstrak dari arsip (membaca dari tape dan menulis ke disk)
*v* verbose - display nama file
*z* kompres file (menggunakan gzip)
*f* nama perangkat atau nama file untuk menulis ke
*direktori atau file* direktori atau file menggunakan
Contoh berikut mengasumsikan nama perangkat / dev / st0.
Perintah Apa yang dilakukannya
tar cvf / dev / st0 / *backup* seluruh sistem ke tape
tar cvzf / dev / st0 / bin *hanya backup* direktori / bin ke tape *dan
kompres*
tar tvf / dev / st0 *melihat isi dari* tape
tar xvf / dev / st0 *mengembalikan* seluruh isi rekaman itu
tar xvf / dev / st0 /etc/sendmail.cf *hanya mengembalikan
file* '/etc/sendmail.cf' dari tape
tar xvzf / dev / st0 / bin *memulihkan dan uncompress* direktori / bin
dari tape
*Melihat backup*
Anda menemukan sebuah file .tar tapi lupa apa isinya? Maka silahkan cek
dengan menjalankan perintah berikut:
tar tvf nama file backup
*Untuk Restore*
untuk melakukan restore sebuah file , hapus dulu file aslinya .
lalu gunakan perintah berikut untuk restore
tar xvf nama file backup
perintah terkait :
cd : masuk ke direktori
ls : melihat daftar isi dari direktori
*CPIO
Agak berbeda dengan ketiga program sebelumnya, cpio baru dapat bekerja
jika program tersebut menerima input daftar nama file yang akan
di-backup. Itulah sebabnya kita gunakan perintah find. Seperti juga
perintah tar, cpio juga tidak menyertakan tanda slash setelah kata
Documents.
Backup menggunakan cpio
Full Backup dengan cpio
# find /home -print | cpio -o > /dev/sdb1
Incremental Backup dengan cpio
# find /home -mtime -1 | cpio -o > /dev/sdb1
Memeriksa Hasil Backup
# cpio -it < /dev/sdb1
Restore File dengan cpio
# cpio -i < /dev/sdb1
cpio mempunyai 3 modus operasi :
1. Modus copy-out, cpio akan menyalin file-file ke dalam arsip. Dalam
modus ini cpio akan membaca daftar file 1/1 dari standar input dan akan
menulis arsip ke standar output.
2. Modus copy-in, cpio akan menyalin file-file dari arsip ke filesistem
atau menampilkan daftar file dari arsip. Arsip dibaca dari standar input.
3. Modus copy-pass, cpio akan menyalin sebuah struktur direktori ke
struktur direktori yang lain. Dalam modud ini cpio menyatukan proses
cpio-out dan cpio-in dalam satu perintah tanpa memakai file arsip sama
sekali.
Opsi-opsi penting perintah cpio sebagai berikut :
-F, –file=archive
menggunakan sebuah file alih2 menggunakan standar ipnut atau standar output
-H format, –format=format
menggunakan format arsip FORMAT, default bin. Nilai yg lain mungkin
odc,newc,crc,tar,ustar,hpbin dan hpodc
-i,–extract
menjalankan modus copy-in
-o,–create
menjalankan modus copy-out
-p,–pass-through
menjalankan modus copy-pass
-O archive
menggunakan file arsip alih2 menggunakan standar output
-I archive
menggunakan file arsip alih2 menggunakan standar input
-t, –list
mencetak daftar isi arsip
contoh:
- Untuk menguraikan file dengan nama file yg mengadung kata Linux dan
sekaligus membuat direktori jika direktori belum ada :
ubuntu@ubuntu:~$ cpio -i -v –make-directories *Linux* < dokumen.bak
pretest : https://sttpln-my.sharepoint.com/:i:/g/personal/hema1731368_sttpln_ac_id/EYZAP_fopKZOiQRnOETgs-IBibpl_Vfois3hKjVH9mb2-w?e=BTcD6v
kegiatan yang bergantung terhadap file tersebut. Dengan backup,
ketakutan akan kehilangan file tersebut sedikit berkurang. Ada beberapa
hal yang bisa membuat file hilang.
a. Kegagalan Hardware
b. Salah Hapus
c. Pencurian
d. Virus
Apabila terjadi kegagalan hardware, seperti disk yang rusak, jatuh,
terkena air. Ini sudah pasti sangat susah untuk dikembalikan. Sebab
lainya adalah salah hapus, meskipun salah hapus, beberapa aplikasi ada
yg dikhususkan untuk mengembalikan file yang terhapus. Pencurian, secara
fisik, akan mengakibatkan hardware dan software ikut hilang. Virus juga
bisa merusak file, menghancurkan file tersebut sampai titik di mana file
tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
Oleh karena itu, melakukan backup sangatlah penting, dan usahakan
tempat penyimpanan backup tersimpan aman. Server cloud atau hardisk
eksternal merupakan solusi yang cukup baik.
Ada beberapa cara untuk melakukan backup dan restore di linux , tapi
kali ini saya cuma menjelaskan 2 cara.
*Cara Backup menggunakan Tar*
tar adalah layaknya rar. sebuah format arsip file yg di compress. tapi
tar ini dipakai di Linux/Unix. cukup rumit, tapi mudah jika dipelajari.
biasa nya tar.gz dipakai oleh aplikasi – aplikasi yg di install dari
source code. contoh : apache2.tar.gz. berarti kita menginstall apache
dari source code. tar juga bisa di pakai untuk back up data. nah disini
kita mempelajari dan sampai menguasai tar command di Linux.
syntax
# tar [opsi] [nama file tarball] [folder/file yang akan dikompress]
*Membuat backup*
-masuk dulu di akun super user
-tar cvf nama file backup nama file yang dibackup
Pilihan Deskripsi
*c* membuat arsip sebuah (menulis ke tape)
*t* tampilan file pada arsip (lihat saja)
*x* ekstrak dari arsip (membaca dari tape dan menulis ke disk)
*v* verbose - display nama file
*z* kompres file (menggunakan gzip)
*f* nama perangkat atau nama file untuk menulis ke
*direktori atau file* direktori atau file menggunakan
Contoh berikut mengasumsikan nama perangkat / dev / st0.
Perintah Apa yang dilakukannya
tar cvf / dev / st0 / *backup* seluruh sistem ke tape
tar cvzf / dev / st0 / bin *hanya backup* direktori / bin ke tape *dan
kompres*
tar tvf / dev / st0 *melihat isi dari* tape
tar xvf / dev / st0 *mengembalikan* seluruh isi rekaman itu
tar xvf / dev / st0 /etc/sendmail.cf *hanya mengembalikan
file* '/etc/sendmail.cf' dari tape
tar xvzf / dev / st0 / bin *memulihkan dan uncompress* direktori / bin
dari tape
*Melihat backup*
Anda menemukan sebuah file .tar tapi lupa apa isinya? Maka silahkan cek
dengan menjalankan perintah berikut:
tar tvf nama file backup
*Untuk Restore*
untuk melakukan restore sebuah file , hapus dulu file aslinya .
lalu gunakan perintah berikut untuk restore
tar xvf nama file backup
perintah terkait :
cd : masuk ke direktori
ls : melihat daftar isi dari direktori
*CPIO
Agak berbeda dengan ketiga program sebelumnya, cpio baru dapat bekerja
jika program tersebut menerima input daftar nama file yang akan
di-backup. Itulah sebabnya kita gunakan perintah find. Seperti juga
perintah tar, cpio juga tidak menyertakan tanda slash setelah kata
Documents.
Backup menggunakan cpio
Full Backup dengan cpio
# find /home -print | cpio -o > /dev/sdb1
Incremental Backup dengan cpio
# find /home -mtime -1 | cpio -o > /dev/sdb1
Memeriksa Hasil Backup
# cpio -it < /dev/sdb1
Restore File dengan cpio
# cpio -i < /dev/sdb1
cpio mempunyai 3 modus operasi :
1. Modus copy-out, cpio akan menyalin file-file ke dalam arsip. Dalam
modus ini cpio akan membaca daftar file 1/1 dari standar input dan akan
menulis arsip ke standar output.
2. Modus copy-in, cpio akan menyalin file-file dari arsip ke filesistem
atau menampilkan daftar file dari arsip. Arsip dibaca dari standar input.
3. Modus copy-pass, cpio akan menyalin sebuah struktur direktori ke
struktur direktori yang lain. Dalam modud ini cpio menyatukan proses
cpio-out dan cpio-in dalam satu perintah tanpa memakai file arsip sama
sekali.
Opsi-opsi penting perintah cpio sebagai berikut :
-F, –file=archive
menggunakan sebuah file alih2 menggunakan standar ipnut atau standar output
-H format, –format=format
menggunakan format arsip FORMAT, default bin. Nilai yg lain mungkin
odc,newc,crc,tar,ustar,hpbin dan hpodc
-i,–extract
menjalankan modus copy-in
-o,–create
menjalankan modus copy-out
-p,–pass-through
menjalankan modus copy-pass
-O archive
menggunakan file arsip alih2 menggunakan standar output
-I archive
menggunakan file arsip alih2 menggunakan standar input
-t, –list
mencetak daftar isi arsip
contoh:
- Untuk menguraikan file dengan nama file yg mengadung kata Linux dan
sekaligus membuat direktori jika direktori belum ada :
ubuntu@ubuntu:~$ cpio -i -v –make-directories *Linux* < dokumen.bak
pretest : https://sttpln-my.sharepoint.com/:i:/g/personal/hema1731368_sttpln_ac_id/EYZAP_fopKZOiQRnOETgs-IBibpl_Vfois3hKjVH9mb2-w?e=BTcD6v
Komentar
Posting Komentar